Postingan

Menampilkan postingan dengan label mikrotik

VRRP di Mikrotik, Redundansi Gateway Jaringan

Gambar
 Pendahuluan      Jika pada  post sebelumnya penulis menyajikan redundansi terhadap routing/link jaringan melalui routing OSPF, maka kali ini penulis akan menunjukkan bagaimana redundansi terhadap perangkat router yang menjadi gateway banyak client. Ketika suatu perangkat router mengalami fail maka otomatis packet dibawah router tidak bisa diteruskan, sehingga diciptakan protokol VRRP (Virtual Router Redundancy Protocol) untuk menanggulangi masalah tersebut. Protokol ini akan menyiapkan suatu perangkat router lain sebagai backup apabila router utama gagal. Perangkat-perangkat dibawahnya tidak perlu mengganti IP Gateway karena dengan protokol ini akan disematkan IP pada interface virtual yang dihandle oleh lebih dari 1 router. Pembahasan     Pada percobaan kali ini, dibuat topologi seperti berikut: Gambar 1 . Topologi jaringan yang akan dipasang VRRP pada GNS3. Keterangan: Jaringan client dan router akan mengambil 10.10.1.0/28 IP untuk interface VRRP a...

OSPF Mikrotik v7

Gambar
 Pendahuluan      Pada saat penulis mendapatkan pelatihan MTCNA dan MTCRE kemarin, rata-rata mikrotik yang digunakan terpasang RouterOS v6 dan v5. Ketika penulis melakukan review terhadap materi dengan langsung implementasi pada perangkat virtual yang dimiliki, ternyata RouterOS v7 terjadi perubahan sedikit terutama pada setup routing OSPF. Pada tulisan ini, penulis akan mencoba mengimplementasikan kembali ilmu yang pernah dipelajari tentang routing OSPF antar perangkat mikrotik di versi RouterOS v7. Pembahasan Penulis melakukan implementasi pada lingkungan virtual GNS3. Topologi diatur seperti gambar dibawah ini: Gambar 1. Topologi pada GNS3 (abaikan cisco di R1 karena penulis masih bingung integrasinya) Semua mikrotik sudah diatur pada konfigurasi dasar (IP, DNS, DHCP Client+Server, NAT). Pada konfigurasi dasar, vPC yang tersambung pada mikrotik masih tidak bisa berkomunikasi satu sama lain karena tidak dibuat routing yang mengarah pada jaringan mereka masing-masin...

DoH dengan Mikrotik

Gambar
 Pendahuluan Disclaimer: Penulis membagikan informasi ini untuk tujuan edukasi, segala tindakan yang melanggar etika dan hukum berada sepenuhnya di tanggung jawab pembaca yang mencoba dan melakukan.     DNS yang berfungsi mentranslasi sebuah alamat website menjadi IP Address merupakan hal terpenting dalam bagian dari jaringan internet. Namun jika diperhatikan, traffic DNS pada umumnya yang menggunakan port 53 tidak dienkripsi sedangkan di masa sekarang traffic yang tidak terenkripsi sudah dirasa sangat tidak aman. Gambar 1. Contoh traffic DNS pada umumnya yang tidak terenkripsi pada port 53. Hal ini membuat traffic DNS rentan untuk diketahui oleh pihak lain ataupun dimodifikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, DNS yang tidak terenkripsi dimanfaatkan oleh beberapa pihak ISP untuk melakukan pengalihan traffic agar pelanggan tidak mengunjungi situs tersebut ( dibaca: diblokir/pengendalian konten/internet positif) . Hal ini dilakukan oleh ISP dengan mema...