Pendahuluan
Pada saat penulis mendapatkan pelatihan MTCNA dan MTCRE kemarin, rata-rata mikrotik yang digunakan terpasang RouterOS v6 dan v5. Ketika penulis melakukan review terhadap materi dengan langsung implementasi pada perangkat virtual yang dimiliki, ternyata RouterOS v7 terjadi perubahan sedikit terutama pada setup routing OSPF. Pada tulisan ini, penulis akan mencoba mengimplementasikan kembali ilmu yang pernah dipelajari tentang routing OSPF antar perangkat mikrotik di versi RouterOS v7.
Pembahasan
Penulis melakukan implementasi pada lingkungan virtual GNS3. Topologi diatur seperti gambar dibawah ini:
.png) |
Gambar 1. Topologi pada GNS3 (abaikan cisco di R1 karena penulis masih bingung integrasinya) |
Semua mikrotik sudah diatur pada konfigurasi dasar (IP, DNS, DHCP Client+Server, NAT). Pada konfigurasi dasar, vPC yang tersambung pada mikrotik masih tidak bisa berkomunikasi satu sama lain karena tidak dibuat routing yang mengarah pada jaringan mereka masing-masing (routing table pada mikrotik masih yang default dan directly connected).
.png) |
| Gambar 2. vPC1 ketika mencoba untuk PING ke vPC2 |
Tahap selanjutnya adalah mengatur OSPF pada tiap interface mikrotik agar routing table antar mikrotik di jaringan masing-masing bisa bertukar sehingga vPC yang tersambung bisa berkomunikasi dan juga menjadi redundancy apabila suatu jalur terputus. Masuk ke menu
Route > OSPF > Instances > Create New / +.
.png) |
Gambar 3. Instance Menu untuk membuat profile OSPF baru di Mikrotik.
Pada tahap pertama pembuatan routing OSPF adalah membuat instance. Pada bagian ini, administrator dapat mengatur profile OSPF yang ingin dibuat. Bagian penting untuk diisi adalah Version, Router ID dan Redistribute. - Version mengatur versi OSPF yang ingin digunakan. Version 2 untuk IPv4 dan versi 3 untuk IPv6.
- Router ID mengatur ID router sebagai identitas untuk router OSPF lainnya. Bagian ini bisa diisi dengan IP suatu interface yang menjalankan OSPF atau bisa diisi dengan angka numerik unik lain.
- Redistribute mengatur routing apa saja yang akan di distribusikan kepada router OSPF lain
|
Kemudian, ke bagian
Areas tambahkan profil sebuah area baru dengan instance yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk
Area ID pada percobaan ini digunakan hanya area "backbone" yang di mikrotik diisi dengan 0.0.0.0.
 |
| Gambar 4. Penambahan Areas OSPF. |
Kemudian, pada bagian Interface Templates ditambahkan konfigurasi interfaces yang ingin diaktifkan OSPF. Pada bagian ini juga bisa ditambahkan konfigurasi keamanan seperti jenis enkripsi, kunci autentikasi, dan autentikasi ID.
 |
Gambar 5. Penambahan konfigurasi Interface OSPF.
| Gambar 6. Interfaces info
|
|
|
Jika sudah, pada bagian interfaces akan muncul address baru untuk penyebaran OSPF yang telah diatur dari tahapan sebelumnya. Pada bagian State bisa dilihat status interfaces adalah waiting karena menunggu informasi OSPF dari interface lain.
Langkah - langkah diatas diulangi pada router lainnya dengan catatan untuk beberapa bagian seperti - Router ID harus berbeda
- Interface pada Interfaces Template disesuaikan dengan keadaan interface router masing-masing yang ingin menjalankan OSPF.
Gambar 7. Routing table pada mikrotik tengah yang menjalankan OSPF sudah menerima informasi routing dari mikrotik 1 ditandai pada DAo+ yang diterima
Ketika semua router sudah dikonfigurasi OSPF, diuji coba dengan vPC untuk berkomunikasi dengan vPC pada jaringan lain.
Gambar 8. PC6 tes koneksi.
Gambar 9. PC3 tes koneksi.
Lalu untuk pengujian redundasi agar komunikasi tetap terjaga meskipun salah satu link mati adalah dengan "suspend" salah satu link atau disable interface terkait.
Gambar 10. Suspend koneksi ether1 Mikrotik-1 (sebelah kiri).
Ketika ether1 masih aktif, uji koneksi ke 1.1.1.1 dari vPC1 adalah seperti ini:
Gambar 11. Melewati 3 IP yang terlihat.
Ketika ether1 dinonaktifkan, uji koneksi ke 1.1.1.1 dari vPC1 seperti berikut:
Gambar 12. Melewati 4 IP yang terlihat.
Pada Gambar 12, terdapat sebuah IP baru 10.10.5[.]2 yang jika dilihat merupakan ip dari router mikrotik tengah (Gambar 10) yang terhubung dengan mikrotik-1 (sebelah kiri) melalui ether8 mikrotik-1. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan rute paket yang dikirim dikarenakan kondisi ether1 sedang tidak aktif.
KesimpulanOSPF yang merupakan routing dinamis sangat membantu dalam manajemen routing di sebuah network yang sudah kompleks. Pada mikrotik V7, terdapat sedikit perubahan konfigurasi namun tidak terlalu berbeda dari versi sebelumnya. Routing OSPF juga dapat menjadi redundansi jika terdapat sebuah link yang mati dengan konfigurasi dan infrastruktur yang mendukung.
|